Follow us on:

Tradisi Pembakaran Mayat di Pinggiran Aliran Sungai Gangga

Santa Cruz (Jakarta) - Sungai Gangga sebuah sungai yang dianggap suci di India dan menjadi pusat berbagai kegiatan masyarakat India.

Di sungai ini berbagai ritual suci dilakukan mulai dari meditasi, berdoa, mandi suci dan ritual pembakaran mayat dilakukan di tempat ini.

Tradisi pembakaran mayat yang sudah ada sejak ribuan tahun yang lalu hingga kini masih sering dilakukan.

Ritual pembakaran mayat ini masih mengakar dalam kehidupan masyarakat yang sebagian besar masih menghidupi hal-hal yang terkenal mistis.

Bagi orang yang akan menyaksikan ritual ini maka akan terlihat asap tebal hasil pembakaran kayu dan tubuh manusia menjulang tinggi ke angkasa. Aroma kayu terbakar, rambut hangus dan daging terbakar sangat menyengat dan menyesakkan dada terasa bagi orang yang menghadiri ritual ini.


Tumpukan kayu dengan api membara melumat habis jazad tak bernyawa di tempat tersebut. Sesekali beberapa laki-laki membawa tongkat kayu membetulkan posisi mayat agar tidak keluar dari tumpukan kayu.

Tidak mengherankan apabila pemula datang ke tempat tersebut akan menyaksikan sebuah pemandangan yang cukup mengerikan, tubuh terbakar, kepala melepuh oleh kobaran api dan pemandangan-pemandangan ngeri lainnya.



Pemula pasti akan mual jika datang ke tempat tersebut. Namun tidak bagi orang India, tempat tersebut adalah tempat untuk mengantarkan jasad ke alam surga.

Ghats Varashani adalah nama bagi tempat kremasi tersebut, terbuat dari batu dan di buat di sepanjang tepi sungai Gangga. Ritual ini sudah ada sejak berabad-abad silam, orang biasa berdoa, meditasi dan mandi di tempat ini.


Meskipun tempat ini terkesan sangat tradisional sekali, namun orang datang ketempat ini secara berduyun-duyun sebagaimana suasana pasar tradisional untuk mendekatkan diri pada dewa mereka. Diyakini tempat ini digunakan untuk melakukan kremasi mayat lebih dari 200 mayat tiap harinya.

Ghats Varanasi merupakan tempat kremasi yang sangat terkenal di India. Beberapa orang meyakini akan memperoleh keuntungan jika kaki mereka tersandung dengan tulang-belulang sisa pembakaran mayat. (el)

Sumber: Vivanews.